Tampilkan postingan dengan label sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosiologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Januari 2012

lingkungan organisasi

Lingkungan Organisasi
PENDAHULUAN
Organisasi sebagai suatu sistem terbuka berada dalam sebuah lingkungan. Perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan organisasi memerlukan perhatian dari manajer karena bisa memberikan dampak yang besar bagi perkembangan organisasi. Kegiatan organisasi akan merubah lingkungan, dan juga sebaliknya, lingkungan akan mendorong perubahan pada organisasi. Oleh karena itu, manajer harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap lingkungan tempat mereka dan organisasi mereka berkiprah.
LINGKUNGAN ORGANISASI
Lingkungan eksternal (external environment) adalah segala sesuatu di luar batasan organisasi yang mungkin mempengaruhinya.
Lingkungan internal (Internal environment) adalah faktor-faktor atau kondisi umum yang berada di dalam suatu organisasi.
LINGKUNGAN EKSTERNAL
Lingkungan eksternal terdiri dari dua bagian, yaitu :
Lingkungan Umum (general environment), disebut juga lingkungan yang tidak berpengaruh langsung kepada organisasi (indirect environment) yaitu serangkaian dimensi dan kekuatan yang luas yang berada di sekitar organisasi yang menciptakan keseluruhan konteks organisasi. Meskipun Lingkungan umum tidak mempengaruhi organisasi secara langsung, namun harus tetap diperhitungkan dalam pengambilan keputusan organisasi. Lingkungan umum terdiri dari dimensi ekonomi, teknologi, social budaya, politik-hukum, dan internasional.
Lingkungan tugas (task environment), disebut juga lingkungan yang berpengaruh langsung kepada organisasi (direct environment) yaitu unsur-unsur luar organiasi yang secara spesifik berpengaruh secara langsung kepada organisasi. Lingkungan ini terdiri dari dimensi : kompetitor, pelanggan, pemasok, regulator, dan partner strategis.
Lingkungan Umum
Dimensi Ekonomi. Dimensi ekonomi adalah kesehatan dan vitalitas keseluruhan dari sistem ekonomi di mana organisasi beroperasi. Apabila kondisi ekonomi mengalami guncangan, maka akan berpengaruh secara langsung kepada organisasi. Faktor-faktor ekonom yang terutama sangat penting bagi bisnis adalah pertumbuhan ekonomi secara umum, inflasi, tingkat bunga, dan tingkat penggangguran.

Dimensi Teknologi. Dimensi ini merefleksikan metode-metode yang tersedia untuk mengubah sumber daya menjadi produk atau jasa. Perubahan teknologi akan mempengaruhi cara organisasi mengubah sumber daya tersebut.
Sosial Budaya. Dimensi ini meliputi sikap, norma, adat, gaya hidup, nilai, kebiasaan, dan karakteristik demografi masyarakat di mana organisasi berada.

Politik-Hukum. Yaitu berupa peraturan pemerintah mengenai bisnis dan hubungan umum antara bisnis dan pemerintah. Undang-undang dan peraturan-peraturan yang dikeluarkan pemerintah bisa memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan hidup organisasi.
Internasional. Yaitu pengaruh bisnis, politik dan kebijakan negara lain khususnya untuk organisasi-oganisasi multinasional memberikan dampak yang sangat besar bagi organisasi tersebut.

Lingkungan Tugas
Kompetitor/ pesaing. Adanya pesaing yang memperebutkan sumber daya termasuk konsumen, atau yang menawarkan produk atau jasa tandingan. Organiasasi juga akan bersaing dengan organisasi lainnya dalam memperebutkan sumberdaya. Contoh: organisasi akan bersaing memperoleh dana dari lembaga keuangan dan memperoleh karyawan yang berkualitas dari universitas.
Pelanggan, yaitu individu atau organisasi yang membeli barang atau jasa suatu organisasi. Pelanggan mempengaruhi organisasi secara langsung karena mereka membeli dan memakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh organisasi. Perubahan pada perilaku konsumen, selera, dan sikap konsumen termasuk dalam komponen yang harus dipahami oleh manajer.
Pemasok, yaitu pihak-pihak yang memberikan input berupa sumber daya kepada organisasi, yang diperlukan untuk menjalankan usahanya. Input dapat berupa bahan baku, bahan setengah jadi, karyawan, modal keuangan, informasi, atau jasa yang diperlukan organisasi.
Regulator, biasanya adalah pemerintah yang mengatur dan mempengaruhi kebijakan dan praktek sebuah organisasi.
Partner Strategis, yaitu dua organisasi atau lebih yang bekerjasama dalam joint venture atau kemitraan lainnya.
LINGKUNGAN INTERNAL
Pemilik/ Pemegang Saham, adalah orang-orang yang memiliki hak milik hukum terhadap bisnis tersebut. Pemilik dapat berupa seseorang yang mendirikan dan menjalankan suatu bisnis kecil, partner yang secara bersama-sama memiliki bisnis, atau investor yang memiliki saham (pemegang saham).

Dewan Direksi, yaitu mereka yang dipilih oleh para pemegang saham dan bertanggung jawab untuk mengawasi manajemen perusahaan secara umum, untuk memastikan bahwa perusahaan telah dijalankan dengan cara yang paling memuaskan kepentingan pemegang saham.

Karyawan/ Pekerja, yaitu individu-individu yang dipekerjakan oleh organisasi. Karyawan bisa membentuk serikat pekerja yang saat ini mempunyai bargaining power yang cukup besar sehingga dapat mempengaruhi organisasi. Oleh karena itu, manajer perlu membina hubungan yang baik dengan karyawan atau serikat pekerja.
Lingkungan Kerja Fisik, yaitu berupa fasilitas-fasilitas fisik yang disediakan organisasi untuk menunjang operasi organisasi tersebut.

faktor penentu perkembangan organisasi

FAKTOR PENENTU PERKEMBANGAN ORGANISASI:
Lingkungan  organisasi             


Sebagaimana telah ditulis pada bahasan sebelumnya, bahwa organisasi dipengaruhi oleh faktor internal yang disebut dengan budaya organisasi. Selain itu, terdapat pula faktor eksternal yang berdampak penting pada organisasi, yaitu lingkungan. Berdampak pada organisasi ini adalah dampak pada kemampuan manajer untuk mencapai hasil yang pasti sebagaimana yang direncanakan. Hasil tersebut itulah yang kemudian disebut dengan kinerja organisasi.
Terdapat banyak sekali contoh-contoh yang berkaitan dengan dampak lingkungan terhadap organisasi, misalnya krisis moneter pada tahun 1997 yang berdampak pada ekonomi Indonesia, dan kemudian terjadilah penarikan uang (rush) dalam jumlah besar di berbagai bank umum di Indonesia menyebabkan dunia perbankan terpukul telak, banyak bank tutup atau dimerger. Kondisi ini kemudian juga memukul jurusan-jurusan di perguruan tinggi yang berkaitan dengan profesi perbankan. Masih banyak contoh yang lain dalam berbagai jenis organisasi.
Lingkungan eksternal merujuk pada institusi diluar organisasi atau tekanan luar yang potensial berdampak pada kinerja organisasi. Lingkungan eksternal terdiri dari 2 komponen yaitu lingkungan khusus dan lingkungan umum. Kedua lingkungan tersebut dapat digambarkan sebagaimana gambar berikut.


Gambar 1: Lingkungan eksternal organisasi
Lingkungan khusus organisasi terdiri dari; pelanggan, pemasok, pesaing, dan kelompok masyarakat yang langsung berpengaruh terhadap organisasi. Pelanggan merupakan faktor penting pertama yang berkaitan dengan “pihak luar” yang berpengaruh terhadap organisasi. Organisasi akan eksis, jika organisasi mampu memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Pelanggan atau dalam nama lain untuk organisasi yang berbeda dapat berarti klien, nasabah, pasien, mahasiswa, jamaah, dan lain-lain adalah orang yang memanfaatkan produk/ layanan dari organisasi. Perbankan akan sangat terpukul jika produk-produk yang ditawarkannya tidak diminati oleh nasabah, Perguruan Tinggi, juga akan sulit berkembang dan bahkan bisa jadi akan tutup jika jurusan-jurusan yang ditawarkannya tidak diminati oleh calon mahasiswa. Pemerintah akan sering kali mendapat komlain atau pengaduan atau bahkan tidak akan dipilih lagi oleh rakyat, jika tidak mampu melakukan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Demikian pentingnya pelanggan sangat berdampak langsung pada hidup matinya organisasi.
Pelanggan juga merupakan faktor penting dalam kaitan dengan timbulnya ketidakpastian organisasi. Kebutuhan dan harapan pelanggan dapat berubah, yang pada sebelumnya kebutuhan dan harapannya dapat dipenuhi, dengan cepat dapat menjadi tidak terpenuhi oleh produk dan layanan yang sama oleh organisasi yang sama. Berbagai jenis organisasi berbeda dalam ketidak pastian ini. Organisasi-organisasi yang menghasilkan produk elektronik merupakan organisasi dengan ketidak pastian pelanggan yang paling tinggi, karena perubahan cita rasa pelanggan terhadap produk-produk elektronik yang sangat cepat. Dalam bidang pendidikan pergerakan kebutuhan dan harapan pelanggan tersebut juga seringkali berlangsung dalam waktu yang cepat. Ilmu pariwisata pernah mengalami masa kelesuhan yang sangat setelah terorisme melakukan berbagai aksi teror di berbagai tempat wisata dan hotel di Indonesia. Kondisi ini kemudian menyebabkan calon mahasiswa enggan memilih jurusan pariwisata. Kebijakan pemerintah tentang sertifikasi guru, merubah kebutuhan dan harapan calon mahasiswa untuk menjadi guru, sehingga jurusan-jurusan keguruan langsung kebanjiran calon mahasiswa.
Faktor khusus kedua adalah pemasok. Pemasok merupakan organisasi lain yang menyediakan berbagai peralatan dan bahan untuk organisasi kita. Dalam pendidikan pemasok lebih beragam lagi. Dapat berkaitan dengan pemasok calon mahasiswa, dosen, karyawan, dan juga keuangan. Mahasiswa dipasok oleh madrasah-madrasah Aliyah, sekolah-sekolah Menengah Atas, atau pondok-pondok pesantren. Untuk memastikan bahwa Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas dan Pondok Pesantren tersebut memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi, maka Perguruan Tinggi akan melakukan tes ujian masuk, namun jika tidak diperlukan maka dapat tidak menggunakan tes ujian masuk. Dosen dipasok dari lulusan PT itu sendiri atau dari PT lain, untuk memenuhi kualifikasi dosen yang dipersyaratkan oleh PT maka diberikan persyaratan-persyaratan dan tes masuk. Demikian pula pemasok pada organisasi yang lain. Yang juga penting adalah, manajer harus mampu memastikan bahwa pasokan untuk proses yang akan dilakukan oleh organisasi tersebut berjalan lancar, kualitas yang baik dan harga yang kompetitif. Karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap efektifitas organisasi.
Faktor khusus ketiga adalah kompetitor. Semua organisasi, termasuk yang monopoli memiliki satu atau lebih kompetitor. Telkom yang merupakan perusahaan monopoli, saat ini mendapatkan pesaing dari Indosat, Pertamina mendapatkan pesaing dari Shell, Perbankan sangat banyak pesaingnya, Perguruan Tinggi, lebih banyak lagi pesaingnya. Manajer tidak boleh mengabaikan persaingan. Jika hal tersebut dilakukan maka akan sangat besar resikonya. Kantor Pos yang dulunya perusahaan monopoli, dengan berbagai produk layanan pengantaran surat dan telegraph, terpukul telak setelah munculnya dan berkembang biaknya Hand Phone dengan mode sms nya yang dapat menyapaikan pesan, dan munculnya email via internet yang dapat mengirimkan pesan dan surat bahkan dokumen lainnya dalam waktu yang sangat singkat dan biaya yang murah.
Contoh di atas mengindikasikan bahwa kompetitor, dalam kaitan dengan harga, layanan, pengembangan produk dan seterusnya merupakan contoh tentang bagaimana kompetitor memberikan dampak langsung terhadap organisasi. Disinilah pentingnya manajer harus selalu memonitor dan selalu harus memiliki kesiapan untuk memberikan respon dari berbagai kejadian pada lingkungan eksternal.
Faktor khusus keempat yang mempengaruhi organisasi adalah tekanan dari kelompok masyarakat tertentu. Pada organisasi-organisasi tertentu akan selalu dipengaruhi oleh kelompok masyarakat tertentu. Organisasi-organisasi yang membuka usaha dalam bidang pertambangan seringkali akan mendapatkan tekanan dari kelompok pecinta lingkungan hidup. Di negara kita sekarang ini berkembang berbagai lembaga swadaya masyarakat yang bertujuan untuk memberikan tekanan dan kontrol kepada organisasi-organisasi tertentu yang selama ini dianggap memiliki pengawasan yang tidak akuntabel. Indonesian Corruption Watch (ICW) merupakan kelompok masyarakat yang seringkali memberikan tekanan kepada organisasi-organisasi pemerintah dan swasta yang menggunakan/ melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dibiayaan oleh negara. Police Watch kelompok masyarakat yang seringkali memberikan tekanan kepada kepolisian. Lembaga Perlindungan Konsumen, kelompok masyarakat yang memberikan tekanan kepada para produsen terhadap mutu produknya. Dan masih banyak yang lainnya. Lembaga-lembaga tersebut dengan kemampuannya memeroleh data berusaha untuk memberikan pengawasan yang independen dan akuntabel terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi. Para manajer harus peduli terhadap tekanan dari kelompok-kelompok tersebut, karena tekanan-tekanan yang dilakukannya dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.
Sedangkan Lingkungan umum organisasi meliputi kondisi ekonomi, politik/ perundangan, sosiokultural, demografi, teknologi, dan kondisi global. Kondisi ekonomi seringkali berkaitan dengan krisis ekonomi global, inflasi, fluktuasi pasar, dan berbagai faktor ekonomi global lainnya dapat berpengaruh terhadap organisasi. Krisis ekonomi pernah menghancurkan berbagai industri perbankan di Indonesia, namun disisi lain, krisis ekonomi juga akan meningkatkan pendapatan pada industri-industri berbasis ekspor. Fluktuasi pasar minyak dunia berpengaruh terhadap berbagai industri yang menggunakan minyak sebagai proses utamanya.
Pemerintah mempengaruhi organisasi terhadap aturan dan regulasi yang membatasi organisasi tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Aturan-aturan dan regulasi tersebut meliputi berbagai hal, misalnya regulasi tentang ketentuan upah minimum pada suatu daerah, perlindungan terhadap lingkungan hidup, hubungan burah dan majikan, dan berbagai regulasi lainnya.
Dalam kaitan dengan sosiokultural, organisasi harus menyesuaikan dan merubah praktek-praktek kerja pada organisasi mereka untuk menyesuaikan perubahan harapan yang ada di masyarakat tempat organisasi-organisasi tersebut beroperasi. Nilai-nilai sosial, adat istiadat, selera masyarakat harus menjadi perhatian utama manajer dalam kaitan dengan proses yang akan dilakukannya di dalam organisasi. Perubahan-perubahan pada hal-hal tersebut, juga menjadi titik penting yang perlu diperhatikan oleh manajer dalam pengelolaan organisasinya. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh manajer berkaitan dengan faktor sosiokultural ini dapat meliputi, perubahan dalam jam kerja, kebijakan organisasi dengan mengadakan family gathering, penyelenggaraan kegiatan-kegiatan spiritual di organisasi, kegiatan-kegiatan olah raga bersama, dan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menyesuaikan diri antara organisasi dengan perubahan-perubahan nilai yang terjadi di masyarakat.
Dalam kaitan dengan kondisi demografi, organisasi harus memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan usia, tingkat pendidikan, jender, lokasi geografi, pendapatan masyarakat, komposisi keluarga, dan lain-lain. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap banyak hal. Populasi penduduk baru biasanya akan lebih terdidik, lebih banyak belajar, lebih terpengaruh berbagai hal dari luar melalui berbagai media. Kondisi ini akan mempengaruhi mereka dalam cara berfikir, belajar, belanja, dan berhubungan. Perubahan tersebut tentu akan memiliki dampak terhadap organisasi.
Perkembangan teknologi merupakan dampak yang paling dapat dirasakan dan berpengaruh terhadap organisasi pada akhir-akhir ini. Perubahan yang sangat cepat dalam lingkungan eksternal pada akhir-akhir ini adalah sebagian besar dirasakan karena perubahan teknologi. Saat ini teknologi masih terus akan berkembang, sehingga berbagai dampak terhadap organisasi akan masih terus dirasakan dan organisasi juga harus terus mengalami proses perubahan. Contoh-contoh dampak perubahan teknologi tersebut dapat berupa; otomatisasi kantor, tele conference, pemanfaatan robot untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan organisasi, laser, pemindaian presensi, integrted circuits, microprocessor yang makin bertenaga, minyak sintetik, model-model baru dalam proses bisnis. Perkembangan teknologi yang seperti ini kemudian mendorong berbagai organisasi dalam dalam berbagai bidang untuk memanfaatkan teknologi dalam upaya meningkatkan daya saing dan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan organisasinya. Perubahan ini dalam area yang luas juga berdampak pada perubahan struktur organisasi dan cara manajer melakukan pekerjaan manajemen.

Jumat, 13 Januari 2012

MENUJU PARADIGMA SOSIOLOGI YANG TERPADU

MENUJU PARADIGMA SOSIOLOGI YANG TERPADU
Menuju  paradigm sosiologi yang terpadu

Pemikiran awal tentang status paradigm sosiologi
Menurut Kuhn,periode normal science adalah suatu periode pengumpulan ilmu pengetahuan ,dimanapara ilmuwan terus menyelidiki. Pengertian kunci dan aplikasi soiologis karya Kuhn ini adalah konsep Paradigma . menurut Ritzer,sosiologi didominasi oleh tiga paradigm yaitu Paradigma fakta social,definisi social dan perilaku social. Perspektif strukturalisme juga berpotensi untuk tampil sebagai paradigm sosiologi yang baru.


Karena pendekatan sosiologi bersifat sepihak maka pertumbuhan minat dan kesadaran akan pentingnya suatu pendekatan terpadu sudah selayaknya dikembangkan.. masalah bagi teori umum tentang keteraturan social adalah menetapkan hubungan antar aktivitas structural dengan fakta structural. Penganut paradigm fakta social terlihat menekankan struktur makro sedangkan paradigm definisi social berpendirian bahwa individulah yang menentukan struktur social.

Menuju integrasi paradigma

exemplar untuk paradigam terpadu
Untuk mengatasi masalah di tingkat paradigm,Ritzer mencoba “menciptakan” suatu exemplar paradigm yang terpadu. Ide kuncinya adalah tingkatan realitas social ,realitas social paling tepat dipandang sebagai kesatuan social yang berskala luas yang mengalami perubahan terus menerus.
 

Paradigma Sosiologi terpadu harus bias menjelaskan :
1.kesatuan makro-obyektif seperti birokrasi
2.struktur makro-obyektif seperti kultur
3.fenomena mikro-obyektif sepert pola-pola interkasi social
4. fakta-fakta mikro subyektif seperti proses pembentukan realitas.
pendekatan terpadu terhadap realitas sosial
Ada 4 teoritis yang dibicarakan : Durkheim,Marx,Weber dan Parsons. Mereka memusatkan perhatian kepada fenomena social pada tingkat makro-obyektif dan makro subyektif. Mereka mengajukan konsep yang berguna untuk membicarakan secara terpadu kesemua tingkatan utama relitas social.
Hal yang harus diperhatikan :
1.Paradigm terpadu bukan pengganti paradigm yang ada.
2.inti dari paradigam terpadu terletak antara hubungan makro dan mikro objektif,makro dan mikro subyektif
3.menekankan perhatian kepada sosiologi modern.
4.paradigma terpadu harus diperbandingkan dengan perjalanan waktu atau antara masyarakat.
pendekatan terpadu terhadap realitas sosial
Sosiologi adalah ilmu yang berparadigma banyak,sasaran utama adalah menciptakan paradigm lebih terpadu.paradigma ini banyak mengambil dari manfaat logika dialektis yang membiasakan kita kepada berjenis hubungan antar berbagai tingkat realitas social. Satu hal yang menyebabkan paradigm menjadi menarik adalah kenyataan bahwa paradigm itu tidak mampu menjawab persoalan .

aspek psikologis dari perubahan sosial

PENDAHULUAN
Tidak ada masayarakat yang tidak berubah ,Setiap masyarakat termasuk kita semua pasti akan mengalami perubahan. Namun terkadang kita tidak pernah benar-benar berusaha untuk merasakannya  . contoh nyata adalah perubahan sikap seseorang , orang yang masih kanak-kanak akan bersifat manja tetapi ketika mereka sudah dewasa maka perubahan sikap itu terjadi secara alami dan terkadang tidak dirasakan oleh orang tersebut . Ada juga perubahan yang terjadi karena suatu keinginan atau dikehendaki oleh seorang individu misalnya perubahan gaya rambut seseorang yang meniru idolanya atau gaya berpakaian seorag yang sedang meniru selebriti , secara sadar mereka memang menginginkan perubahan tersebut. Perubahan tidak hanya terjadi dalam bidang social saja tetapi juga mecakup bidang-bidang lain seperti bidang politik, bidang budaya ,bahkan bidang ekonomi. Artinya, perubahan itu tidak terikat pada suatu pola saja ,tetapi segala aspek kehidupan di dunia ini dapat mengalami perubahan . Perubahan sosial pada dasarnya terjadi karena sifat dasar manusia yang selalu ingin berubah.manusia cenderung tidak berpuas diri dengan  apa yang sudah dan telah dimilikinya sehingga manusia cenderung akan terus melakukan perubahan tentunya perubahan yang positif  terhadap kehidupan manusia itu sendiri.  Perubahan itu terjadi misalnya ketika manusia ingin merubah keadaan hidupnya menjadi lebih baik dari sebelumnya atau misalnya ketika manusia menghadapi masalah yang mengharuskannya untuk menemukan pemikiran usaha dan peralatan baru untuk memecahkannya.
Aspek psikologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses perubahan sosial, baik yang menyangkut individu, kelompok, organisasi maupun masyarakat. Aspek psikologi yang dipaparkan oleh Leonard W. Doob merupakan sebagian kecil yang dapat dikemukakan dalam pengembangan perubahan yang direncanakan. Pada perubahan yang tidak direncanakan aspek psikologi tentu saja dapat muncul dan biasanya tidak terduga. Demikianlah yang proses-proses terjadinya perubahan social, dan disini akan banyak disimpulkan tentang bagaimanakah aspek psikologis dari perubahan social tersebut? .jika berbica tentang aspek psikologis perubahan kita tidak dapat melepaskan diri dari kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan berubahan social yang dimana sumber-sumber pembahasannya lebih ditekankan terhadap pemikiran-pemikiran dari ilmuan, yang banyak mempelajari serta melakukan penelitian tantang perubahan social. Disebutkan bahwa  Perubahan sosial ini bisa terjadi, karna dengan adanya seorang mengubah tata cara, atau bisa disebut mengubah kebiasaan masyarakat sekitarnya yang bersikap tradisional menjadi masyarakat yang lebih modern , dengan melaukan suatu alternative lain yang disebut dengan perubahan agar masyarakat yang dulunya masih kurang mendapat pemahaman tentang perlunya perubahan agar dapat meningkatkan taraf hidup suatu masyarakat tersebut , yang dimana sebuah perubahan itu disebut dengan Inovasi. Inovasi ini sendiri mempunyai makna sebagai gagasan yang dianggap baru oleh individu. Gagasan yang benar-benar baru yang belum pernah ditemukan oleh orang lain sebelumnya.
Dari kesimpulan inovasi diatas, munculnya seorang inovator, yang dimana Mereka cenderung melakukan hal-hal baru untuk mencari gagasan baru, yang mempunyai suatu tujuan untuk kemudian dijadiakn adopsi untuk kelangsungan kehidupan yang  kiranya lebih baik. Munculah sebuah Motivasi keberhasilan yang dimana menggunakan dua gagasan untuk kehidupan lebih baik, yang ditanamkan dengan rasa menjunjung tinggi drajat dan keberhasilan atau prestasi seseorang yang telah ditanamkan sejak dini.
Lalu dalam tahapan aspek perubahan social ini, muncul sebuah wacana yaitu, Moderenisasi individual yang dimana terdapatnya kategori, bahwa sebagai orang modern adalah warga Negara yang berpartisipasi dan mengerti, serta sangat yakin dengan kemempuan pribadi, dan juga siap untuk pengalaman dan berbagai gagasan baru .modernisasi jelas memberikan dampak yang baik bagi masyarakat itu sendiri karena semakin modern suatu masyarakat akan semakin tinggi tingkat pengetahuannya , namun jangan salah bahwa modernisasi juga memiliki dampak negative terhadap masyarakat itu sendiri misalnya hilangnya jati diri suatu masyarakat atau budaya-budaya suatu masyarakat yang diakibatkan masuknya budaya-budaya asing yang disebabkan oleh proses moderniasasi.




PERMASALAHAN

    Dalam sosiologi tidak semudah mengatakan bahwa orang yang berganti gaya pakaian ataupun gaya rambut itu dikatan mudah dilakukan, dalam perubahan ada proses-proses yang dapat menjadikan seseoang dapat berubah  Memulai ataupun berusaha untuk melakukan sebuah perubahan social didalam kehidupan bermasyarakat, tentunya tidaklah mudah, dan pastinya akan mendapat masalah-masalah. Serta akan memunculkan penyelesaian solusi terhadap perubahan social yang akan terjadi, Kemudian yang akan memunculkan sebuah konflik, dari sebagian masyarakat yang setuju dengan perubahan, terhadap masyarakat yang tidak setuju terhadap perubahan-perubahan tersebut. Untuk itu perlu perlu adanya upaya-upaya dari pihak pemerintah untuk melakukan filterisasi atau penyaringan terhadap budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia agar dapat meminimalisir terjadinya konflik yang dapat membuat perubahan t=yang negative pada suatu masyarakat .
Perubahan sosial didalam kehidupan masyarakat modern sangatlah penting, serta menurut  penelitian seorang ahli Leonard W. Doob yang dia menyatakan bahwa ”Orang yang cara hidupnya berubah dari lama kebaru” pasti cakrawalanya lebih luas. Demikian juga untuk kelangsungan kehidupan yang lebih baik.Dengan demikian orang-orang yang berubah dalam hal lain tetap terhadap sikap tradisionalnya terhadap bentuk-bentuk dan praktek kekeeluargaanya yang sangat erat meski tidak mutlak benar tetapi Doob meyakini bahwa orang yang mengalami perubahan maka akan mudah memahami orang-orang yang memang menginginkan perubahan yang baru dan lebih menghargai sikap modern dibandingkan dengan sikap tradisionalnya   Dan juga untuk mengimbangi kemajuan-kemajuan dan persaingan global, dari berbagai bidang di masa moderenisasi ini, namun sangat perlu dan pentingnya ditanamkan motifasi-motifasi yang positif dari masing-masing individu. Agar tidak terjadi perubahan yang menjurus kea rah yang negative yang akan merugikan bagi masyarakat itu sendiri karena dengan adanya modernisasi tersebut akan mengakibatkan bergesernya sikap seseorang yang mulanya tradisional menjadi modern , dengan adanya perubahan tersebut jika seseorang tidak memiliki motifasi diri untuk menjaga kebudayaanya sendiri dikhawatirkan akan mengakibatkan hilangnya jati diri dan juga kebudayaan masyarakat yang sudah sejak zaman dahulu .
Diluar dari masalah itu terdapat pula masalah baru terhadap kelangsungan moderenisasi didalam lingkungan sekitar. Jelas modernisasi memilik dampak negative terhadap masyarakat terutama bagi masyarakat yang tidak memilih terlebih dulu mana kebudayaan yang baik untuk diadobsi , Yang dimana jika masalah perubahan dalam sistim kemasyarakatan terus menglami peningkatan, maka akan berdampak pada gaya hidup yang modern serta berdampak pula terhadap gaya tradisionalisme yang semakin memudar, padahal sebuah gaya tradisional itu yang mencirikan sebuah daerah karna norma-normanya yang berlaku untuk menjunjung tinggi kebudayaan-kebudayaanya hasnya. Serta menunjukkan jati diri suatu masyarakat yang memiliki nilai tradisional tersebut . Serta semakin zaman berubah menuju zaman yang lebih modern. Sebuah gagasan yang pernah dituliskan oleh Leonard W. Doob tentang menjadi lebih beradap. Disini dituliskan bahwa, Orang-orang yang dihadapkan pada berbagai alternative kepercayaan dan nilai-nlilai akan cenderung bertahan pada nilai-nilai yang tradisional serta nilai tradisional lebih cenderung pada kehidupan orang berpendidikan rendah . sehingga perlu adanya modernisasi agar tercipta masyarakat yang memili tingkat pengetahuan yang tinggi dan tentunya dibarengi dengan adanya filterisasi dari tiap individu-individu masing-masing.
Disamping modernisasi yang akan berdampak buruk pada masyarakat jika tidak dipilih-pilih secara benar mana perubahan yang berdampak positif dan mana perubahan social yang berdampak negative , ada permasalahan dalam perubahan social lain yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers yaitu tentang difusi inovasi ,inovasi menurutnya merupakan sebuah gagasan yang danggap baru oleh individu yang bersangkutan , sedangkan difusi merupakan proses yang menyebabkan gagasan baru itu menyebar dari sebuah sumber ke pemakai gagasan tersebut. Dari penelitian Rogers terdapat kesimpulan bahwa ada kebudayaan tertentu yang lebih terbuka untuk menerima inovasi dari kebudayaan lainnya . Banyak masyarakat yang tidak mengetaui tentang difusi inovasi ini sehingga mereka cenderung sulit untuk berkembang menjadi masyarakat yang lebih modern , hal ini dikarenakan masih rendahnya SDM manusia tentang ilmu pengetahuan dan tekhnologi . keterbukaan terhadap tekhnologi masyarakat tradisional masih sangat minim sehingga penyebaran perubahan yang bersifat ke arah positif itu sangat kecil .

PEMBAHASAN

Dari permasalahan mengenai perubahan social yang begitu komplek maka akan disimpulkan beberapa aspek-aspek psikologis mengenai perubahan social itu sendiri,  yang akan dibahas dalam makalah ini berupa pertimbanga-pertimbangan mengenai aspek;aspek psikologis mengenai perubahan yang tejadi pada masyarakat . Serta pokok pembahasanya akan diambil dari beberapa jurnal dari para ahli-ahli yang telah mempelajari serta melakukan penelitian terhadap perubahan social.
 Pada beberapa peryataan yang dikemukaan oleh peneliti-peneliti yang meneliti mengenai perubahan social terhadap masyarakat tradisional ke masyarakat modern , menyatakan Orang-orang yang dihadapkan pada berbagai alternative kepercayaan dan nilai-nlilai akan mencari jalan lain untuk mencapai masyarakat yang diinginkannya. Hal ini juga Dibuktikan menurut penelitian dari Leonard W. Doob, bahwa “orang yang teah mengalami perubahan sentral dari cara hidup lama ke cara hidup yang baru(masyarakat tradisional ke masyrakat modern) yang kemudian mereka dihalang-halangi untuk mencapai sbuah tujuan sentral maka mereka dapat mencari tujuan sentral yang lain secara agresif”. Menurut Dood masyarakat tdak hanya akan memiliki satu saja tujuan sentral untuk dicapai melalui perubahan , maka ketika satu tujuan itu mengalami halangan yang besar maka dapat melakukan alternative lain .
Leonard W. Doob  mengemukakan bahwa perubahan itu berhubungan dengan gejala sinkretisme yang terkenal dibidang agama dan kepercayaan serta praktek magi-tendensi dan magi tradisional untuk bertahan berdampingan . dikenal juga dengan dengan “orang yang pada intinya berubah ,kemungkinan besar akan tetap mengalami konflik batiniah sehubungan dengan baik-buruknya nilai-nilai dan kepercayaan baik kebiasaan yang lama maupun kebiasaan yang baru “. Disamping itu akan muncul adanya pertentangan antara kelompok yang tidak berubah , kelompok yang sedang berubah dan kelompok yang telah berubah cara hidupnya ke masyarakat yang lebih modern. Akan tetapi gejala-gejala tersebut menurut Doob perubahan itu dapat dipengarui oleh kebiasaan masyarakat itu sendiri .

Dijabarkan pula oleh Leonard W. Doob, bahwa Perubahan social bisa terjadi apabila orang mengubah tata caranya misalnya mengubah cara berperilakunya ataupun orang yang mengubah cara ia dalam berpakaian maka bisa dikatakan perubahan social . Ada yang memulainya dengan perubahan, ada pula yang menyesuaikan dari terhadap perubahan tersebut, namun ada juga yang menentangnya (orang-orang yang tetap berpatokan hidup terhadap sisitim tradisionalisme murni), sehingga mereka cenderung tidak menerima perubahan tersebut maka akan dapat memunculkan sebuah konflik terhadap kelangsungn perubahan sosial didalam kehidupan bermasyarakat.karena ada kelompok yang menerima berubahan ada juga kelompok yang menolak perubahan dan masih kukuh memegang kebudayaan atau kebiasaan-kebiasaan tradisional yang sudah lama mereka lakukan . Disamping itu  perubahan juga bisa dilakukan dengan baik serta hanya mengambil sisi positif , seperti misal sebuah contoh adalah yang sedang dilkaukan oleh bangsa afrika, yang mempunyai tujuan mengadakan penyesuaian dengan dunia global, tanpa melepaskan keistimewaanya sebagai orang ganda. Denagn menerapkan cara-cara barat yang dianggap positif seperti pendidikan, ekonomi, teknologi modern, dan agama Kristen. Dengan demikian maka akan terbentuk masyarakat yang modern tanpa menghapus keistimewaan budayanya.
Kemudian munculah sebuah gagasan, tentang modernisasi individual, Modernisasi berasal dari kata modern (maju), modernity (modernitas), yang diartikan sebagainilai-nilai yang keberlakuan dalam aspek ruang, waktu, dan kelompok sosialnya lebih luas atau universal, itulah spesifikasi nilai atau values. Sedangkan yang lazim dipertentangkan dengan konsep modern adalah tradisi, yang berarti barang sesuatu yang diperoleh seseorang atau kelompok melalui proses pewarisan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Umumnya tradisi meliputi sejumlah norma (norms) yang keberlakuannya tergantung pada (depend on) ruang (tempat), waktu, dan kelompok (masyarakat) tertentu.
Namun Teori modernisasi memperoleh beberapa kritik. Dalam gerakan pembangunan, modernisasi terlalu etnosentris yang mengikuti nilai-nilai budaya barat, menghilangkan kemungkinan bagi negara dunia ketiga untuk menjalankan alternatif pembangunan lainnya, dan terlalu optimistis. Karena menghendaki homogenisasi, modernisasi belum tentu mampu menghapus nilai-nilai tradisional, belum tentu bertolak belakang, dan belum tentu menghambat modernisasi. Teori modernisasi dipandang memiliki kecendurangan analisis yang abstrak dan tidak jelas waktu dan wilayah yang dimaksud. Secara ideologis, dipandang sebagai produk perang dingin kontra dengan komunisme. Teori modernisasi dipandang mengehendaki adanya perubahan yang kearah negative .
Dari kritikan tersebut lahirlah teori modernisasi baru dengan perbedaan sebagai berikut :
• Nilai-nilai tradisi dianggap bukan penghalang akan tetapi sebagai faktor positif pembangunan, dan di kenal dengan kearifan lokal.
• Metode kajiannya menjadi studi kasus dan analisis secara sejarah bukan lagi abstrak.
• Arah pembangunannya etnosentris lagi akan tetapi memperhatikan banyak model pembangunan.
• Lebih memperhatikan faktor eksternal (dunia internasional) dan konflik sosial
Dari pemikian tentang perubahan yang semakin berkembang, munculah sebuah Inovasi. Inovasi yang digambarkan oleh Everett M. Rogers adalah sebuah gagasan yang dianggap baru oleh individu. Inovasi dapat di pelajari dengan kemauan serta kekreatifan dan akan memunculkan keuntungan bagi seorang yang dapat menanamkan inovasi baru serta mengadopsinya. Serta Pengertian pengadopsi itu sendiri adalah merupakan klasifikasi anggota sistem sosial berdasarkan kemampuan berinovasi.

Kemudian munculah sebuah Difusi, yang mempunyai pengertian sebagai proses menyebarkan penemuan (inovasi) keseluruh lapisan masyarakat suatu masyarakat atau ke dalam bagian atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Atau definisi difusi lebih umum menegaskan bahwa difusi adalah penyebaran aspek tertentu dari satu kebudayaan kekebudayaan lain, sampai kepengadopsianya kepemakai atau bias dikatakan masyarakat luas. Adapaun tahapan-tahapan Proses pengadopsian yaitu diawali dengan Belajar dan mengmbil keputusan, kemudian kesadaran pentingnya perubahan dari masing-masing individu dan juga perhatian. evaluasi terhadap apa yang telah menjadi kebiasaan, yang sekiranya kurang baik, serta percobaan yang kemudian diterapkan terhadap perubahan keseharian, dan yang terahir adalah adopsi yang mengandung arti, sebuah keputusan untuk menggunakan gagasan itu sepenuhnya, jadi berbeda dengan keputusan untuk sekedar mencobanya .
Setelah adanya inovasi (gagasan yang baru) dan difusi (penyebaran terhadap gagasan baru tersebut) , maka masyarakat tidak akan bisa menjadikannya sebagai kebiasaan baru jika tidak ada pemahaman tentang proses adopsi , adopsi sendiri adalah sebuah keputusan untuk menggunakan gagasan itu sepenuhnya , untuk melakukan proses adopsi ini ada beberapa urutan waktunya : mula-mula ia sadar akan adanya gagasan itu (awareness) ,kemudian ia memeutuskan untuk mencobanya (trial) dan kemudian meneruskan untuk menggunakan sepenuhnya (Adoption). Proses adopsi yang meliputi belajar dan mengambil keputusan keduanya dijabarkan menjadi lima tahap ,(1) Kesadaran ,(2) perhatian ,(3) evaluasi ,(4) percobaan ,dan (5) adopsi itu sendiri . Rogers mengadakan analisis dari kelima tahap itu dengan mengalisis daya inovasi individu . dan hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang mengadakan adopsi , tidak hanya memiliki pemikiran yang lebih maju tetapi juga dapat menyelesaikan kelima tahap tersebut lebih cepat jika dibandingkan orang lain yang tidak memiliki daya inovasi yang tinggi .













PENUTUP
Dari permasalahan diatas dapat disimpulkan bahwa, terdapatnya sebuah konfik antara, masyarakat yang mendukung dengan adanya perubahan dan masyarakat yang tidak mendukung adanya perubahan adalah sesuatu yang wajar terjadi karena perbedaan antar kepentingan yang tejadi .maka solusi yang dapat terbentuk adalah dengan adanya cara alternative serta adanya difusi inovasi agar terjadi masyarakat yang modern dan lebih maju peradabannya . Dengan demikian perubahan social memang harus terjadi, karna untuk kebaikan hidup yang lebih baik, serta untuk mengimbangi persaingan global yang semakin maju.   
    Dari kesimpulan diatas, mempunyai pemecahan masalah yang sama, dimana perubahan social memang harus dilakukan untuk kelangsungan kehidupan secara modern yang lebih baik, yang menumbuhkan rasa persaingan dengan drajat dan prestasi. Serta untuk persaingan global atau pesaingan internasional dalam segala bidang, didalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang dahulunya masih tradisional ke yang lebih sejahtera .